Pizaro Gozali İdrus
13 Februari 2018•Update: 14 Februari 2018
Pizaro Idrus
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak polisi mengusut kasus kekerasan terhadap pemuka agama secara transparan.
“Kalau memang benar orang gila dan teroris, semua harus dibuktikan,” ujar Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa.
Ma’ruf juga meminta umat Islam tidak terprovokasi peristiwa kekerasan terhadap sejumlah pemuka agama.
Dia mengaku khawatir insiden di Yogyakarta terprovokasi lewat medsos karena penganiayaan kiai dan ustadz menjadi viral.
“Istilahnya, sumbu pendek. Ini ada andil medsos memprovokasi,” ujar Ma’ruf.
Ma’ruf mengharapkan jika umat ada aspirasi terkait kerukunan beragama bisa menyalurkannya kepada MUI.
“Bila perlu laporkan kepada pemerintah, MUI akan mendukung,” tegas Ma’ruf.
Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan tindak kekerasan terhadap pimpinan Pesantren Alhidayah KH Umar Bisri bin Sukrowi di Cicalengka, Bandung.
Setelah itu, peristiwa serupa terjadi terhadap seorang biksu di Kabupatan Serang dan seorang pendeta di Sleman, Jawa Tengah.