Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali meletus, Senin, sekitar pukul 07.23 WITA, menurut otoritas kegunungapian Indonesia.
Letusan itu melontarkan asap dan abu vulkanik setinggi 2.000-2.500 meter dari puncak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis laporan, material vulkanik hasil erupsi hanya tersebar di sekitar gunung, tidak mengarah ke bandara.
Dengan demikian, Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok aman dan bisa beroperasi normal.
"Asap dan abu vulkanik berwarna kelabu dengan tekanan sedang, intensitas sedang dan condong ke arah timur laut," sebut laporan tersebut.
PVMBG juga melaporkan, erupsi hanya sesaat dan tidak terjadi terus-menerus karena gempa letusannya hanya sesaat pada pukul 07.23 Wita.
Menurut laporan tersebut, PVMBG telah mengeluarkan Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dengan kode warna ORANGE pascaerupsi, yang berarti berbahaya bagi penerbangan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga saat ini Status Awas (level IV) belum dicabut. Rekomendasi daerah berbahaya adalah di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah.
"Di luar radius 6 kilometer, kondisinya aman,"ujat Sutopo.
Hujan abu vulkanik tipis dilaporkan jatuh di beberapa desa seperti di Desa Kesimpar, Desa Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.
Jumlah pengungsi saat ini 47.268 jiwa yang berada di 229 titik pengungsian. BNPB dan unsur terkait terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda dan masyarakat yang terdampak erupsi.
Menurut Sutopo, masih ada beberapa permasalahan dalam penanganan pengungsi seperti aktivasi posko belum berjalan normal, distribusi logistik ke pos pengungsian belum lancar dan lainnya.
Sebelumnya, Gunung Agung meletus pada Selasa 21 November 2017 pukul 17.05 WITA disertai kolom asap dan abu setinggi 700 meter.
Setelah itu, erupsi Gunung Agung terus berlanjut hingga kini belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti.
"Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi erupsi susulan," ujar Sutopo.
news_share_descriptionsubscription_contact
