Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
17 Maret 2018•Update: 18 Maret 2018
Sarp Özer
ANKARA
Panglima Angkatan Bersenjata Turki berharap Operasi Ranting Zaitun dapat berhasil secepatanya.
Berbicara pada Jumat, Jenderal Hulusi Akar menyatakan Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk mengamankan perbatasan Turki, memburu semua teroris, khususnya PKK/KCK/PYD/YPG dan Daesh, dan melindungi penduduk setempat di Afrin dari kekejaman teroris.
Akar menegaskan bahwa operasi militer di Afrin tetap berlanjut dengan sukses dan menambahkan Angkatan Bersenjata Turki, gendarmerie dan polisi akan melanjutkan perjuangan mereka hingga teroris terakhir dimusnahkan dari Turki dan perbatasan Turki.
Sebelumnya pada Jumat, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan tiga per empat wilayah Afrin telah dibebaskan oleh Operasi Ranting Zaitun.
Berbicara saat kongres Partai Keadilan dan Pembangunan di sebelah timur provinsi Erzurum, Erdogan mengatakan Turki telah menyelesaikan permasalahan di Afrin dengan baik.
“Hingga detik ini, kami telah mengendalikan tiga per empat wilayah di Afrin,” ujarnya.
Erdogan mengatakan 1.320 Kilometer persegi (510 mil persegi) wilayah Afrin sudah berada dalam kendali Turki dan 3.530 teroris telah diamankan selama operasi berlangsung.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa “sangat penting” supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.