Muhammad Latief
22 September 2017•Update: 22 September 2017
Pemerintah diminta terjun langsung menjadi pemain dalam penyelenggaraan bisnis umroh. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai hal itu dapat mencegah penyalahgunaan yang dilakukan oleh perusahaan swasta, seperti yang terkuak beberapa bulan belakangan ini.
"Ini agar ada benchmark penyelenggaraan perjalanan umroh antara pemerintah dan swasta. Bisa seperti BLU (Badan Layanan Umum)," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Jumat.
Bisnis umrah, lanjut Tulus, menjadi usaha yang sangat menggiurkan. Tiap tahun setidanya ada 800 ribu jemaah asal Indonesia yang menunaikan ibadah ke tanah suci. Lebih besar dari jemaah haji. Mereka memilih umroh karena panjangnya antrean haji.
Namun sayangnya, minat yang besar ini sering disalahgunakan dengan penipuan oleh para penyelenggara perjalanan umroh.
Dari 2015 hingga pertengahan 2017, Kementerian Agama telah mencabut izin 24 travel penyelenggara travel haji dan umrah yang terbukti melanggar aturan.
"Pemerintah masuk (dalam bisnis umroh) agar swasta tidak seenaknya."
Kasus penipuan oleh perusahaan penyelenggara perjalanan umroh, menurut Tulus, seperti fenomena gunung es. Kasus yang tidak terungkap lebih banyak dibanding yang diketahui publik atau ditangani polisi.
Salah satunya, YLKI mencatat ada sekitar 3.065 orang calon jemaah umroh dari travel Kafilah Rindu Ka’bah (PT Assyifa Mandiri Wisata) yang belum juga diberangkatkan oleh biro tersebut.
"Sayangnya polisi belum menindak. Padahal pemiliknya sudah jadi tersangka sejak dua tahun lalu," ujar Tulus.
Ada juga travel lain seperti Hannien Tour (PT Usmaniah Hannien Tour) yang belum memberangkatkan 1.800 calon jamaahnya. Kemudian, Basmalah Tour (PT Wisata Basmalah Tour and Travel-Bintaro) yang menelantarkan 33 calon jamaahnya.
Salah satu agen yang menjadi perantara jemaah dengan Kafillah Rindu Ka'bah Travel, Yopi Ariel, mengatakan para calon jamaah berharap uang setoran yang besarnya berkisar Rp 11-22 juta dapat dikembalikan oleh biro perjalanan itu.