Shenny Fierdha Chumaira
09 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Daerah Bali telah memeriksa 13 orang kapten dan anak buah kapal ikan yang diduga terlibat dalam insiden kebakaran 40 kapal di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Senin.
"Ada 13 orang yang sudah kita periksa dan tidak menutup kemungkinan akan meluas. Kita juga meminta keterangan kepada pengelola kapal dan pelabuhan, dan lain-lain," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal di Jakarta pada Senin.
Selain memeriksa pihak-pihak yang terkait dengan insiden ini, polisi juga turut membantu memadamkan api.
"Water cannon polisi dikerahkan untuk memberikan tambahan kekuatan agar api cepat padam. Mungkin proses pemadaman akan berlangsung sampai sore atau malam nanti. Tim sedang bekerja. Situasi aman," terang Iqbal.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan korban luka ataupun korban jiwa akibat kebakaran kapal ini. Begitupun dengan penyebab kebakaran.
"Penyebabnya antara dua, yaitu terbakar atau ada pembakaran. Polisi akan mencari penyebabnya," ucap Iqbal.
Selain itu, dari sekitar 40 kapal yang terbakar, polisi sudah berhasil mengidentifikasi 15 kapal.
"Teridentifikasi nama kapalnya, siapa nakhodanya, siapa pemiliknya. Tapi 25 kapal lainnya belum karena kondisinya hangus, bahkan sebagian ada yang hangus total," terang Iqbal.
Untuk menjamin keselamatan, aktivitas di Pelabuhan Benoa pada titik terjadinya kebakaran dihentikan sementara.
Pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, terjadi kebakaran yang menghanguskan puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa dengan total kerugian ditaksir sekitar Rp 125 miliar mengingat harga satu buah kapal dapat mencapai kisaran Rp 3-5 miliar.