Shenny Fierdha Chumaira
30 November 2017•Update: 01 Desember 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian Republik Indonesia, Polri, akan mengirimkan 4.007 personel ke beberapa wilayah di Indonesia yang sedang dilanda bencana alam seperti Bali, dan beberapa kawasan di Jawa seperti Pacitan, dan Bantul.
Ribuan personel tersebut berasal dari elemen Polri, satuan tugas (satgas) Search and Rescue, Satgas Pengungsian dan Perlindungan, Satgas Disaster Victim Identification, Satgas Lidik-Sidik, dan Bantuan Operasional.
Kepala Korps Samapta Bhayangkara Polri Inspektur Jenderal Sudjarno mengatakan bahwa ribuan personel tersebut akan diterjunkan ke daerah bencana sesuai dengan permintaan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) setempat.
"Kita tidak bisa mengirim pasukan begitu saja. Tapi kalau Kapolda meminta bantuan, kita siap," kata Sudjarno di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Kamis.
Sudjarno mengatakan bahwa ribuan personel tersebut merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang khusus menangani bencana alam di tanah air.
Agar bisa menangani situasi bencana dengan lebih baik, Polri pun akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Search and Rescue Nasional.
Sementara itu, khusus untuk letusan Gunung Agung di Bali, Sudjarno mengatakan bahwa polisi sudah menyiapkan 100 unit mobil double cabin untuk mengevakuasi para pengungsi.
"Kendaraan milik Brimob dan Polisi Air seperti helikopter akan diberangkatkan ke Bali jika Polda Bali membutuhkan," kata Sudjarno.
Sudjarno mengatakan bahwa sebanyak 20.000 masker pun sudah dibagikan ke Bali melalui Polda Bali.
Selain itu, perlengkapan seperti pakaian dalam, alat mandi, perlengkapan makan, tenda, dan keperluan lainnya tak lupa disiapkan.
Sudjarno juga mengatakan bahwa lima ekor anjing pelacak akan turut dikerahkan ke Bali, dimana empat ekor di antaranya sudah dilatih untuk melacak mayat dan satu ekornya lagi untuk melacak korban yang masih hidup.
Polisi juga sudah menyiapkan 39 ekor kuda jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Meski fokus untuk menyelamatkan para pengungsi dari situasi bencana, Sudjarno mengingatkan agar para personel tetap memperhatikan keselamatan pribadi.
"Masing-masing satgas memberi pemahaman kepada anggota mengenai keselamatan pengungsi dan keselamatan diri sendiri," kata Sudjarno.