Muhammad Abdullah Azzam
30 Desember 2017•Update: 31 Desember 2017
Ilkay Gulder
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan pemimpin gereja Katolik Paus Franciscus soal Yerusalem melalui telepon.
Menurut informasi dari sumber kepresidenan, melalui pembicaraan di telepon, Erdogan dan Paus sama-sama menentang keras langkah yang diumumkan Presiden AS Donald Trump serta membahas perkembangan terakhir di Yerusalem.
Status quo Yerusalem yang menjadi kunci stabilitas wilayah itu perlu dijaga dari segala penjajahan dan pertumpahan darah. Erdogan dan Paus mengatakan, dunia perlu memperhatikan langkah masing-masing terkait isu sensitif yang menjadi sorotan internasional ini.
Presiden Erdogan dan Paus Franciscus mengungkapkan kepuasannya atas hasil voting yang diadakan di Majelis Umum PBB. Resolusi Majelis Umum itu PBB disetujui oleh 128 negara anggota melawan 9 suara pada kongres khusus pada 21 Desember.
Mengetahui pentingnya melindungi status Yerusalem yang merupakan tempat suci bagi tiga agama samawi, Presiden Erdogan dan Paus Franciscus sepakat untuk bertemu guna membahas hubungan bilateral dan isu-isu internasional lainnya.
Presiden Erdogan dan Paus Franciscus juga saling menyampaikan pesan selamat tahun baru 2018, semoga menjadi tahun perdamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.