Ekip
30 Desember 2017•Update: 31 Desember 2017
Merve Aydogan
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu medesak pemerintah AS dan Israel untuk “tidak mengambil langkah yang akan meningkatkan ketegangan”.
Pesan dari presiden Turki ini disiarkan secara langsung sebagai pesan video di Kongres Masyarakat Muslim Amerika - Lingkaran Islam Amerika Utara (MAS-ICNA) di Chicago, Illinois – salah satu kongres Muslim terbesar di Amerika Utara.
Erdogan kemudian membahas tentang konflik global dan perkembangannya. Dia memanggil seluruh umat Muslim di seluruh dunia untuk “memahami kekuatan mereka”.
“Sekarang saatnya dunia Muslim memahami kekuatan mereka. Kita tak boleh mengizinkan seorang pun untuk memecah-belah kita berdasarkan perbedaan etnis, aliran, atau budaya,” tambah dia.
Dia berkata: "Politik global, ekonomi dan pergolakan diplomatik terjadi di sebagian besar dunia Muslim. Sementara kita mencoba untuk menemukan solusi bagi dunia Muslim, kita juga menghadapi masalah baru terutama dalam banyaknya tragedi di beberapa wilayah. Di satu sisi kita memiliki Muslim yang harus mengungsi dari Suriah, Irak, Yaman dan Somalia karena bertempur dengan konflik, teror, kelaparan dan kemiskinan. Sementara pada saat bersamaan negara-negara Muslim juga harus berjuang melawan bangkitnya Islamofobia dan diskriminasi budaya yang meningkat di negara-negara Barat."
Erdogan menyebut “politik diskriminasi” ini disalahgunakan sebagai “alat” untuk mendulang suara. “Yang paling buruk soal kenyataan ini adalah bagaimana perbedaan ditampilkan. Banyak politisi Barat dan media yang pura-pura tak tahu soal diskriminasi dan kejahatan kepada minoritas.”
Dia juga meminta kepada Muslim Amerika yang “merupakan masyarakat yang berdaya dan kuat secara politik dan sosial” untuk mendukung perjuangan Turki dalam upaya untuk mengungkap “usaha untuk membuat konflik dan menghancurkan perdamaian dengan standar ganda.”
- Yerusalem 'terlalu berharga'
Terkait dengan resolusi PBB yang menentang pengakuan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Erdogan bilang: “Kemenangan yang kita capai soal Yerusalem adalah bukti bahwa banyak hal bisa kita raih bersama melalui solidaritas.. Kemenangan ini juga membuktikan pada dunia bahwa ada nilai-nilai yang tak bisa dibeli dengan uang. Pemerasan dan ancaman yang dilakukan sebelum voting adalah sia-sia.”
“Di hadapan 128 negara, seluruh dunia mengakui dukungannya untuk melindungi sejarah dan kesucian Yerusalem. Peristiwa pemungutan suara ini harus dijadikan pelajaran. Kami mengundang pemerintah AS dan Israel untuk tidak melakukan langkah-langkah yang bisa menaikkan ketegangan. Karena Yerusalem terlalu berharga untuk dikorbankan demi kepentingan pribadi.”
Sekali lagi Erdogan menegaskan bahwa Yerusalem adalah “garis merah untuk semua umat Muslim,” dan meminta semua Muslim untuk “tidak mengizinkan siapapun membeda-bedakan sesama Muslim berdasarkan etnis, aliran, atau perbedaan budaya.”