Erric Permana
15 Juli 2018•Update: 16 Juli 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo bakal tetap melakukan kunjungan ke Yogyakarta meski ada peristiwa penembakan tiga terduga teroris di Kaliurang, Yogyakarta.
Jokowi, sapaan akrab Presiden, mengatakan dia akan berkunjung ke Kota Gudeg tersebut untuk menghadiri suatu acara yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.
Dia mengatakan bahwa terorisme masih ada di Indonesia dan diperlukan upaya bersama untuk mengatasinya.
Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh masyarakat bekerja sama dengan aparat untuk melawan terorisme.
"Kita harus sadar semuanya bahwa yang namanya terorisme masih ada di negara kita,” kata Presiden usai meresmikan jalan tol Solo-Ngawi ruas Kartasura-Sragen, Minggu.
Jokowi mengajak seluruh masyarakat ikut kerja sama dengan aparat untuk menyelesaikan masalah terorisme di Indonesia.
Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah terorisme, baik pendekatan lunak maupun pendekatan keras.
“Semuanya dilakukan tapi sekali lagi ini merupakan ancaman yang memang harus diselesaikan dengan baik oleh aparat hukum," ujar dia.
Sebelumnya, tiga terduga teroris tewas akibat baku tembak dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di Yogyakarta pada Sabtu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan penembakan tersebut berawal dari penyergapan yang dilakukan terhadap tiga terduga teroris oleh Densus 88 di Jalan Kaliurang, Yogyakarta pada Sabtu sore.
Menurut dia, ketiga terduga teroris tersebut melakukan perlawanan dan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam serta senjata api.
Polisi menjamin rencana kunjungan Presiden ke Yogyakarta tidak terganggu dengan adanya aksi teror tersebut.