Dandy Koswaraputra
19 November 2018•Update: 19 November 2018
Dandy Koswaraputra
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menyampaikan isu pengembangan infrastruktur kawasan pada hari terakhir KTT Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut menyaksikan pertemuan, Presiden menyampaikan dalam forum tersebut bahwa ketika berbicara masalah pembangunan, maka infrastruktur menjadi salah satu kunci utama.
"Kita tahu, pada saat kita bicara mengenai infrastruktur, maka tidak mungkin kita menutupnya dari anggaran pemerintah saja. Oleh karena itu perlu inovasi," ujar Retno.
Selanjutnya, kata Retno, Presiden juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap integrasi ekonomi regional melalui fokus pada perdagangan multilateral dan proses menuju Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP) yang inklusif dan berkeadilan.
APEC memainkan peran penting sebagai inkubator gagasan baru dan sebagai pemandu jalan, tambah Menteri Retno.
"Oleh karena itu, Presiden mengatakan Indonesia berkomitmen untuk mencapai Bogor Goals 2020 dan mendukung penyusunan visi APEC pasca-2020," imbuh dia.
Retno menuturkan perbedaan posisi antara AS dan Tiongkok mengenai multilateral trading system (MTS) sangatlah besar. Beberapa negara, termasuk Indonesia, mencoba untuk menjembatani perbedaan tersebut.
Namun sayang sekali, kata dia, perbedaan posisi kedua negara terlalu besar dan sulit untuk dijembatani sampai akhir pertemuan.
"Jadi dari tadi pagi kita berusaha untuk menjembatani berbagai macam pembicaraan, tetapi tampaknya perbedaan itu belum dapat dijembatani sampai saat menjelang penutupan Pertemuan,” tandas dia.