Megiza
17 Oktober 2017•Update: 18 Oktober 2017
Megiza
JAKARTA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia bakal mendapat asistensi dari IMF, World Bank dan juga Ocean Concervancy untuk menangani masalah sampah plastik.
Dalam pertemuan dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde di Washington DC, Amerika Serikat, pekan lalu, Luhut mengungkapkan masalah sampah yang tengah dihadapi Indonesia.
Luhut menjelaskan soal kondisi Sungai Citarum yang menjadi salah satu jalur pembawa sampah yang paling banyak ke laut. Menurut dia penanganan Citarum kini sudah dilakukan secara terpadu.
Yang kedua, masalah sampah lain juga terjadi di destinasi wisata di Labuan Bajo. Pulau Komodo yang terkenal itu, sebut Luhut, ternyata kini sudah dipenuhi sampah.
“Kita ingin bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Nah, ini disambut baik oleh Ibu Lagarde dan Jim Kim. Mereka bersedia memberikan asistensi dan hal-hal lain. Jadi ini saya pikir menjadi satu hal yang menggembirakan. Dengan begitu kita memanfaatkan annual meeting di Bali untuk kepentingan nasional kita,” ujar Luhut di Jakarta, Rabu.
Terlepas dari sambutan baik untuk bantuan penanganan masalah sampah oleh pihak luar negeri, Luhut menjabarkan, pembenahan Sungai Citarum tentu akan terintegrasi dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kementerian Kemaritiman telah meminta pembuatan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) baru. Hal itu, kata Luhut, dilakukan mengingat banyak pabrik-pabrik di jalur Sungai Citarum yang membuat limbah ke sungai.
“Kurang lebih ada 300 perusahaan di sana. Akibatnya, sungai yang mengairi ke padi itu bisa membuat padi terkontaminasi. Dan jika dimakan itu tentu akan jadi masalah di kemudian hari. Citarum ini melintasi tempat 25 juta penduduk Jabar dan Jakarta, makanya kita ingin supaya dibuat IPAL baru,” kata dia.