Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Februari 2019•Update: 19 Februari 2019
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Ketua parlemen Turki pada Senin mendesak NATO untuk mendukung perjuangan Turki melawan kelompok-kelompok teroris.
"Saya sangat senang merayakan tahun ke-67 keanggotaan Turki di NATO," kata Binali Yildirim dalam sebuah pernyataan.
Menceritakan bagaimana Turki bergabung dengan barisan NATO pada 18 Februari 1952, Yildirim mengatakan bahwa Turki memainkan peran penting dalam menyediakan kebutuhan pertahanan sebagai anggota penting aliansi.
Yildirim menambahkan bahwa Turki dengan tegas melanjutkan perjuangannya melawan terorisme.
"Dalam hal ini, kami mengharapkan sekutu untuk mendukung operasi Turki yang telah getol dilakukan terhadap PKK/PYD/YPG dan organisasi teroris Daesh," katanya.
Turki telah menjadi anggota NATO selama 67 tahun dan menjadi pasukan terbesar kedua di aliansi itu, setelah AS.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan UE - telah bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang. YPG/PYD adalah cabangnya di Suriah.
Lebih dari 300 orang tewas dalam serangan yang diklaim Daesh di Turki, menargetkan warga sipil dalam serangan bom bunuh diri, roket, dan senjata.