Rıskı Ramadhan
09 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Cankut Tasdan dan Sertac Bulur
ANKARA
Pasukan Keamanan Turki berhasil melumpuhkan sebanyak 17 teroris PKK dalam operasi yang diadakan di Seluruh Turki selama sepekan terakhir.
Sejumlah 11 di antaranya berhasil ditangkap sementara enam lainnya menyerahkan diri, menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Turki pada Senin.
Kementerian menyatakan, pasukan keamanan mengadakan 729 operasi anti terorisme di seluruh Turki selama 1-8 Januari.
Selama operasi tersebut, pasukan keamanan menangkap 112 tersangka yang diduga membantu kelompok teror PKK sementara 46 orang lainnya ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Daesh.
Polisi juga menangkap 467 orang yang diduga memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) yang merupakan dalang upaya kudeta yang berhasil gagalkan di Turki pada Juli 2016.
Sejumlah 32 tempat penampungan dan gua yang digunakan oleh teroris PKK beserta sembilan alat peledak buatan dan ranjau berhasil dihancurkan di sejumlah provinsi di bagian timur dan tenggara Turki.
Selama operasi, pasukan keamanan juga menyita 864 kilogram bahan peledak, delapan granat, 3.451 butir amunisi, dan 16 pucuk senjata.
Selain itu, pihak keamanan dilaporkan menangkap 361 orang terkait kemungkinan aksi teror oleh Daesh pada tahun baru dalam sejumlah operasi yang diselenggarakan selama 19-31 Desember 2017.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO), yang dipimpin oleh Fetullah Gulen yang berbasis di AS, mendalangi upaya kudeta pada 15 Juli 2016 di Turki yang menewaskan 250 orang dan mengakibatkan sekitar 2.200 lainnya luka-luka.
PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, UE dan Turki. Kampanye teror PKK melawan Turki yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade telah menewaskan lebih dari 40.000 orang. Sejak kelompok tersebut melanjutkan kampanye bersenjata pada bulan Juli 2015, tercatat lebih dari 1.200 orang termasuk personil keamanan dan warga sipil meninggal dunia.
Selama beberapa tahun terakhir, Turki juga mendapat sejumlah serangan dari Daesh, termasuk pemboman stasiun kereta Ankara pada Oktober 2015 yang menewaskan lebih dari 100 orang.