Kubra Chohan
ANKARA
Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan, posisi Turki di aliansi Barat memungkinkannya untuk terbuka terhadap wilayah strategis lain.
Dalam harian Daily Sabah, Kalin menuliskan, "Sama halnya dengan 16 tahun terakhir ini, Turki melihat kebijakan luar negeri dari sudut pandang 360 derajat. Turki tidak menganggap hal itu sebagai zero-sum game,"
"Posisi Turki di aliansi Barat sebagai anggota NATO memungkinkannya untuk terbuka pada area strategis lainnya di seluruh dunia. Hal ini menjelaskan mengapa Turki telah meningkatkan aktivitas kebijakan luar negerinya di Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin,"
Menurut Kalin, Turki akan mempertahankan "agenda global dan positif", dan "mereka yang memandang kebijakan luar negeri sebagai perusahaan yang mereduksi" kemungkinan tidak memahami sudut pandang Turki.
Dia juga berkomentar soal kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini ke Uzbekistan dan Korea Selatan, yang menurutnya menegaskan pandangan kebijakan luar negeri Turki dan pengaruhnya yang kuat bagi Asia.
"Di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev, Uzbekistan bersedia untuk memastikan perkembangan ekonomi dan stabilitas politiknya. Selama kunjungan Erdogan, 25 kesepakatan di bidang ekonomi, perdagangan, energi, pendidikan, infrastruktur, dan lainnya, telah ditandatangani," jelas Kalin.
Kunjungan Erdogan ke Korea Selatan merupakan "sebuah kebetulan yang bermakna", yang terlaksana setelah pertemuan puncak antar-Korea pertama sejak 2007.