25 Agustus 2017•Update: 27 Agustus 2017
ANKARA
Pemerintah Turki secara resmi telah memecat 928 pegawai negeri yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris serta kelompok yang dinilai oleh Lembaga Keamanan Nasional (MGK) dapat menjadi ancaman nasional.
2 Keputusan baru yang diumumkan dalam Berita Resmi, Jumat, telah didiskusikan dalam rapat kabinet 15 Agustus yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Keputusan tersebut juga termasuk pengangkatan kembali 57 pegawai negeri yang sebelumnya telah diberhentikan.
Setelah percobaan kudeta 15 Juli 2016 yang menewaskan 250 orang dan menyebabkan sekitar 2.200 orang luka-luka, Turki mendeklarasikan status keadaan darurat, keputusan yang berdasar pada Pasal 91 Konstitusi Turki.