Maria Elisa Hospita
25 September 2018•Update: 25 September 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Sebanyak 1.009 migran dari seluruh penjuru Turki ditahan pada Senin.
Di Distrik Baskale dan Ercis di timur Provinsi Van, 115 migran ditahan oleh pasukan gendarmerie setempat selama patroli reguler.
Secara terpisah, unit keamanan lokal dan Badan Intelijen Nasional (MIT) Turki telah melancarkan operasi gabungan di provinsi Izmir untuk mencegah kedatangan migran ilegal.
Dalam operasi itu, 66 migran gelap yang terdiri dari 26 warga Suriah, 18 warga Afghanistan, 15 warga Palestina, enam warga Afrika Tengah, dan satu warga Iran.
Di barat laut provinsi Kirklareli, pasukan gendarmerie melancarkan operasi setelah mendapat bocoran informasi mengenai empat kelompok migran yang berencana menyeberang ke Bulgaria secara ilegal.
Sebanyak 108 migran berkewarganegaraan Pakistan ditahan selama operasi.
Di barat laut provinsi Edirne, sebanyak 559 migran termasuk warga negara Aljazair, Pakistan, Irak, Afghanistan, Bangladesh, Somalia, Mesir, dan Suriah, ditahan selama patroli gendarmerie di beberapa distrik.
Di timur provinsi Erzurum, unit-unit keamanan menahan 55 migran asal Irak dan Pakistan.
Kemudian, sebanyak 106 migran - termasuk perempuan dan anak-anak - dari Afghanistan dan Togo ditangkap di Ayvacik, barat laut provinsi Canakkale.
Semua migran itu dirujuk ke kantor migrasi provinsi.
Turki menjadi rute utama bagi migran gelap yang ingin menyeberang ke Eropa, terutama sejak 2011, ketika perang Suriah meletus.