Pizaro Gozali İdrus
13 Januari 2019•Update: 13 Januari 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Setidaknya 24 orang telah tewas di Sudan sejak gelombang unjuk rasa dimulai pada 19 Desember menyusul memburuknya perekonomian negara, kata pejabat publik Sudan, Sabtu.
Sebanyak 131 orang juga terluka selama unjuk rasa, ujar Amir Mohamed Ibrahim dalam konferensi pers.
Sudan telah diguncang oleh protes sejak pertengahan Desember mengecam pemerintah yang dinilai tidak mampu mengendalikan inflasi yang merajalela serta kurangnya stok bahan pokok.
Sebagai negara berpenduduk 40 juta orang, Sudan telah berjuang untuk pulih dari kehilangan tiga perempat dari produksi minyaknya setelah Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaan pada 2011.