Chandni
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Merve Yildizalp, Sefa Sahin
ANKARA
Turki tidak berencana mengambil tindakan terhadap Rusia, kata wakil perdana menteri dan juru bicara pemerintahan Turki Bekir Bozdag pada Senin. Pernyatannya itu muncul menyusul pengusiran puluhan diplomat-diplomat Rusia di Eropa dan AS sebagai respon insiden peracunan seorang mantan agen Rusia di Inggris.
"Turki dan Rusia memiliki hubungan yang baik dan positif. Turki tidak berencana untuk mengambil tindakan terhadap Rusia," kata Bozdag selepas rapat kabinet di Ankara.
Pada Senin, sekitar 14 negara-negara anggota Uni Eropa mengusir puluhan diplomat Rusia sebagai sikap bersama menghadapi peristiwa peracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris.
Hingga kini, sebanyak 45 diplomat Rusia telah dikeluarkan dari Uni Eropa dan 60 lainnya diusir dari AS. Selain itu, AS juga memerintahkan agar konsulat Moskow di Seattle segera ditutup.
Operasi Ranting Zaitun
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Sebanyak 3.755 teroris telah "dilumpuhkan" sejak dimulainya operasi itu, kata Bozdag.
Dia juga mengatakan 282 desa, 50 titik strategis, dan 332 lokasi sudah dibawah kendali pasukan Turki dan Tentara Pembebasan Suriah.
Namun Bozdag juga menambahkan bahwa tugas Turki di Afrin belum tuntas, khususnya karena pasukan militer masih menyapu kawasan itu untuk membersihkan ranjau dan bahan peledak.
Pada saat ini, sejumlah lembaga kemanusiaan Turki menyediakan bantuan bagi sekitar 40.000 warga sipil tersebar di 106 lokasi di Afrin, kata Bozdag.