James Tasamba
26 Juni 2026•Update: 26 Juni 2026
Jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah melampaui 300 orang seiring terus bertambahnya kasus infeksi, kata otoritas kesehatan pada Kamis.
Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo menyatakan wabah yang disebabkan oleh virus Ebola galur Bundibugyo telah menyebar ke 34 zona kesehatan dan masih aktif di tiga provinsi, yakni Ituri sebagai pusat wabah, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Menurut pembaruan situasi yang dirilis kementerian, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 1.155, termasuk 304 kematian sejak wabah diumumkan pada 15 Mei, dengan tingkat kematian sebesar 26,3 persen.
Kementerian juga melaporkan 16 pasien di Ituri dinyatakan sembuh setelah hasil tes kontrol menunjukkan negatif, sehingga total pasien yang pulih menjadi 138 orang.
Sebelumnya pada Kamis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) menyatakan rencana penanganan dan kesiapsiagaan wabah Ebola di benua Afrika membutuhkan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Direktur Jenderal Africa CDC Jean Kaseya mengatakan dalam konferensi pers virtual bahwa pendanaan tersebut diperlukan untuk mendukung aspek kemanusiaan dan kesehatan dalam penanganan wabah.
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang dipimpin Uni Afrika, negara-negara Afrika dan para mitra sebelumnya telah menjanjikan bantuan senilai 910 juta dolar AS untuk mendukung penanganan wabah.
Namun, Kaseya mengatakan hingga kini baru sekitar 13 persen dari total dana yang dijanjikan tersebut telah disalurkan kepada negara-negara terdampak dan mitra yang menjalankan operasi penanganan.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo juga memberlakukan karantina wajib selama 21 hari bagi pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah terdampak Ebola sebagai upaya menekan penyebaran penyakit.