Nicky Aulia Widadio
18 Mei 2021•Update: 19 Mei 2021
JAKARTA
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan sebanyak 264 pemudik positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan tes acak pada hari pertama operasi pengawasan arus balik Lebaran, Sabtu lalu.
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus tersebut ditemukan dari 77 ribu tes acak yang dilakukan.
“Ditemukan 264 di antaranya positif atau hanya 0,34 persen dari pelaku perjalanan,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Survei Kementerian Perhubungan memperkirakan akan ada pergerakan 2,6 juta orang pada arus balik Lebaran setelah 21 Mei.
Oleh sebab itu, Wiku menuturkan pemerintah masih akan memantau dan memperketat arus balik pemudik hingga 24 Mei 2021.
Setiap pemudik yang kembali wajib menyertakan hasil tes negatif Covid-19 yang sampelnya diambil dalam kurun 1x24 jam.
Satgas Covid-19 juga mengimbau para pemudik untuk karantina mandiri selama lima hari sebelum kembali beraktivitas demi mengurangi risiko penularan Covid-19.
—Mobilitas selama Lebaran meningkat
Satgas Covid-19 juga mencatat terjadi peningkatan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan hingga 111 persen menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Wiku mengatakan mobilitas tertinggi terjadi di Sumatra Barat, Sulawesi Barat, serta Gorontalo.
Selain itu, mobilitas masyarakat ke tempat wisata juga meningkat, sedangkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan menurun.
Menurut data Satgas Covid-19, angka kepatuhan protokol kesehatan yang paling rendah di tempat wisata terjadi di Jakarta, yakni hanya 27 persen.
Meski demikian, efek dari peningkatan mobilitas masyarakat belum terlihat dalam angka kasus yang dilaporkan pekan ini.
Wiku mengatakan dampaknya terhadap kenaikan kasus Covid-19 baru akan terlihat dalam kurun dua pekan mendatang.