İqbal Musyaffa
18 Mei 2018•Update: 18 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah sudah merancang strategi untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik lebaran nanti.
Salah satunya menurut Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, adalah dengan menghentikan pengerjaan proyek konstruksi di tol Jakarta-Cikampek pada H-10 hingga H+10 lebaran.
Pengerjaan proyek tersebut antara lain jalur Light Rail Transit (LRT) dan jalur layang tol Jakarta-Cikampek II.
“Di 60 km dari Jakarta arah ke timur menjadi perhatian khusus kami. Semua kegiatan akan dihentikan dan kita geser concreat barriernya (pembatas jalan dan pengerjaan proyek) sehingga lajurnya lebih luas,” jelas Arie.
Selanjutnya, untuk antisipasi kemacetan di jalan tol yang seringkali disebabkan oleh arus kendaraan dari dan menuju rest area, pihak Bina Marga akan menyiapkan jalur khusus yang memisahkan antara kendaraan yang ingin beristirahat dan yang hanya ingin mengisi bahan bakar.
“Kemudian, kita juga akan menyediakan mobile toilet di rest area. Jumlah toilet untuk wanita akan dua kali lebih banyak untuk mengurai antrian wanita yang biasanya lebih panjang,” tambah dia.
Kemudian, pemerintah, kata Arie, akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk penyediaan kuota pengisian di masing-masing outlet pengisian uang elektronik. Dengan begitu, setiap outlet dapat mengisi uang elektronik maksimal Rp2 juta per kartu.
“Kita juga akan menyediakan fasilitas pengisian kartu uang elektronik di rest area yang juga akan bisa digunakan pada malam hari di luar jam kerja,” lanjut Arie.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar di SPBU yang ada di jalan tol.
“Selain itu, kita juga akan minta agar disediakan bahan bakar kemasan jenis Premium dan Pertalite karena peminatnya yang besar,” tambah dia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry TZ mengatakan untuk di Jawa tersedia jalan tol sepanjang 1167 km dari Merak hingga Banyuwangi. Kemudian terdapat 524 km di antaranya jalan tol operasional dan 237 km ruas tol fungsional dari Jakarta hingga Surabaya.
“Pada saat mudik nanti, ruas tol fungsional sudah dapat digunakan,” ujar dia.
Jalur fungsional menurut dia akan dilengkapi rambu, lampu jalan, dan pembatas jalan untuk menghindari kecelakaan. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan CCTV untuk dapat memantau kepadatan arus lalu lintas.
Herry memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 8 Juni dan puncak arus balik pada tanggal 20 dan 24 Juni. “Kita harapkan dengan waktu libur lebih panjang akan ada sebaran lalu lintas mudik lebaran,” ujar dia.