Nicky Aulia Widadio
22 September 2021•Update: 22 September 2021
JAKARTA
Cakupan vaksinasi kelompok lanjut usia di Indonesia masih rendah, meski kelompok ini menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi Covid-19.
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan baru 27,75 persen lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 19,40 persen yang telah mendapatkan dosis kedua dari target sebanyak 21,5 juta orang.
“Kami berharap, para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan, sehingga kita mampu menjangkau lebih banyak warga lansia,” kata Nadia melalui siaran pers, Rabu.
Penasihat Senior Direktur Jenderal WHO Urusan Gender dan Pemuda, Diah Saminarsih menuturkan situasi Covid-19 di Indonesia yang membaik usai lonjakan kasus gelombang kedua saat ini seharusnya menjadi momentum untuk membenahi prioritas akses vaksinasi terutama pada kelompok lansia.
Menurut dia, penurunan kasus usai gelombang dua bukan berarti bahwa situasi sudah cukup aman mengingat berbagai negara justru kembali mengalami lonjakan kasus.
“Kalau sekarang lansia saja belum dan tenaga kesehatan belum semua, berarti butuh upaya khusus agar mereka bersedia divaksin,” kata Diah melalui konferensi pers virtual, Rabu.
Diah menuturkan pemerintah perlu melakukan upaya “jemput bola” untuk menjangkau lansia yang mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Lansia dan tenaga kesehatan apabila terproteksi maka itu akan duluan menghentikan risiko kematian,” tutur dia.
Indonesia sendiri telah menerima sebanyak 268 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun bentuk jadi hingga Rabu.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Rabu pukul 12.00 WIB, Indonesia telah menyuntikkan 128,6 juta dosis vaksin Covid-19.
Meski demikian, baru 22,3 persen penduduk Indonesia yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap dari total sasaran sebanyak 208,26 juta orang.