Erric Permana
13 September 2021•Update: 15 September 2021
JAKARTA
Anggota Komisi I DPR Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia serius merespons kabar mengenai aksi pembobolan sistem jaringan 10 kementerian dan lembaga termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) yang diduga dilakukan hacker asal China.
Dave menilai informasi tersebut sangat berkaitan dengan keamanan negara dan juga data pemerintah.
"Ini menunjukkan betapa lemahnya sistem digitalisasi kita," kata Dave kepada Anadolu Agency pada Senin.
Dia menilai jika sistem milik pemerintah sangat rentan maka bisa terjadi kemungkinan adanya kelumpuhan.
"BIN, POLRI dan BSSN harus segera serius mendalami hal ini," jelas dia.
Dia juga meminta pemerintah mengambil langkah serta kebijakan jangka panjang terkait masalah itu.
Laporan Insikt Group – yang merupakan peneliti teknologi keamanan dan intelijen – menyebut hacker asal China berhasil masuk ke dalam jaringan internal sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia.
Bahkan, kelompok hacker China yang bernama Mustang Panda berhasil masuk ke dalam komputer milik Badan Intelijen Negara (BIN), kata laporan tersebut seperti dikutip media The Record.
Insikt Group mengklaim telah memberikan informasi mengenai ancaman itu kepada Pemerintah Indonesia, namun tidak direspons.
Badan Inteligen Negara (BIN) menolak untuk memberi keterangan terkait isu tersebut.