Nicky Aulia Widadio
11 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
JAKARTA
Gempa tektonik berkekuatan M 5,3 —yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 5,0— mengguncang wilayah Aceh Selatan pada Rabu sekitar pukul 06.08.35 WIB.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Guncangan terasa di daerah Blang-Pidie dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III yang berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan truk berlalu.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono melalui siaran pers, Rabu.
Pemantauan BMKG hingga pukul 06.43 WBI juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Episenter gempa berlokasi di darat pada jarak 34 kilometer arah timur Kota Blangpidies, Kabupaten Aceh Barat Daya pada kedalaman 95 kilometer.
Menurut Rahmat, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari jika ada bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” ujar Rahmat.