Erric Permana
15 Januari 2021•Update: 18 Januari 2021
JAKARTA
Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menyatakan Kantor AirNav Indonesia Unit Mamuju dan Tower Pemandu Lalu Lintas Penerbangan di Bandar Udara Tampa Padang mengalami kerusakan akibat gempa M 6,2 dini hari tadi.
Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan pelayanan navigasi penerbangan sementara ini dilakukan berbasis komunikasi dan bantuan pemanduan navigasi penerbangan dari Cabang MATSC (Makassar).
"AirNav Indonesia mengirimkan 3 orang personel bantuan operasional [1 orang ATC, 2 orang Teknisi]dan beberapa peralatan komunikasi dan navigasi dari Kantor Cabang MATSC sebagai bantuan operasional di Unit Mamuju," jelas Yohanes Sirait pada Jumat.
AirNav Indonesia kata dia bersama seluruh Stakeholder terkait akan terus berkoordinasi agar operasional penerbangan dapat terus berjalan dengan selamat dan aman, sehingga bantuan logistik dan operasional bisa terdistribusikan dengan baik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene mengonfirmasi 4 warganya tewas dan lebih dari enam ratus orang menderita luka-luka.
BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pasca-gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat pukul 02.28 WIT.