Erric Permana
08 September 2020•Update: 09 September 2020
JAKARTA
Hampir 300 muslim Rohingya yang terdampar di Pantai Lhokseumawe, Aceh Utara tengah menjalani uji cepat atau rapid test Covid-19.
Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Lhokseumawe Marzuki mengatakan uji cepat yang dilakukan sejak kemarin hingga kini masih berlangsung.
Dia mengatakan sekitar 140 orang muslim Rohingya telah menjalankan uji cepat dan menunujukkan hasil non reaktif.
Adapun jumlah muslim Rohingya berjumlah 296 orang, kata Marzuki mengutip hasil pendataan yang dilakukan Badan Pengungsi untuk PBB (UNHCR).
"Mungkin hari ini selesai, nanti kami akan koordinasi kembali," kata Marzuki melalui sambungan telepon kepada Anadolu Agency, pada Selasa.
Mengenai diterimanya atau tidak 296 pengungsi itu oleh pemerintah masih menunggu koordinasi dari pemerintah pusat.
Sementara ini muslim Rohingya ditempatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe.
"Ada pembicaraan lanjutan antara Pemkot Lhokseumawe dan pemerintah pusat, yang sebelumnya 98 orang (muslim Rohingya) juga masih di sini juga di BLK," kata dia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan saat ini kementerian dan lembaga terkait tengah membahas nasib para pengsungsi itu.
"Saya belum mendapat tanggapan dari pembahasan tersebut," kata Faizasyah kepada Anadolu Agency.
Sementara itu kepala cabang organisasi kemanusiaan ACT Lhokseumawe Thariq Farline mengatakan 296 Muslim Rohingya saat ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terutama terkait dengan bahan pangan.
Warga setempat sempat memberikan bantuan berupa pakaian, kata Thariq.
Sebelumnya, sebanyak 295 muslim Rohingya kembali terdampar di Pantai Lhokseumawe, Aceh Utara, pada Senin dini hari tadi.
Berdasarkan keterangan ACT Lhokseumawe para pengungsi itu tiba di Pantai Lhokseumawe pada pukul 01.00 waktu setempat dengan menggunakan satu kapal.
Mereka terdiri 181 wanita, 100 laki-laki dan 14 orang merupakan anak-anak.
Kondisi mereka saat ini, kata Thariq, mengalami sakit dan kelelahan akibat terkatung-katung berada di lautan selama berbulan-bulan.