Errıc Permana
13 Januari 2020•Update: 14 Januari 2020
JAKARTA
Indonesia menyatakan bakal terus melakukan penjagaan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau.
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut terus melakukan patroli di wilayah itu.
"Saat ini masih tetap bisa dilakukan pengamanan terhadap ZEE, penegakan hukum ya," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin.
Kemenkopolhukam pun kata dia berencana mendatangkan kapal nelayan untuk memanfaatkan sumber daya laut yang ada di wilayah Natuna.
Sementara itu, Deputi Hukum dan HAM di Kepala Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani mengatakan permasalahan antara Indonesia dengan China mengenai wilayah Zona Ekonomi Eksklusif akan sulit diselesaikan.
Sebab kata dia, kedua negara memiliki indikator berbeda dalam menentukan wilayahnya masing-masing.
"Jadi soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan Cina tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu tidak akan bertemu," kata Jaleswari
Dia memastikan Indonesia tidak akan bernegosiasi mengenai kedaulatan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
"Terpenting bagaimana kita amankan wilayah kita, bagaimana kita lindungi nelayan kita, dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus menerus di Natuna baik soal kesejahteraan dan keamanan," kata dia.