Erric Permana
06 April 2020•Update: 07 April 2020
JAKARTA
Pemerintah mengakui kesulitan untuk mendapatkan alat yang berkaitan dengan rapid test atau tes cepat Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan banyak negara memperebutkan alat-alat yang berhubungan dengan penanganan pandemi itu.
Pemerintah memprioritaskan dokter, perawat beserta keluarganya untuk melakukan rapid test dan juga masyarakat yang menjadi korban tak langsung ataupun berpotensi terdampak virus tersebut.
"Presiden meminta kepada gugus tugas dan Kemenkes untuk meningkatkan kemampuan rapid test, memang kita sadari tidak mudah," kata Doni Monardo pada Senin.
Itu sebab kata dia, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar laboratorium di Indonesia meningkatkan kemampuan melakukan pemeriksaan dengan PCR dan teknik lain.
"Kami gugus tugas beberapa hari lalu telah mengundang kepala Eijkman untuk menerima bantuan dana sebesar Rp14 miliar yang diharapkan lembaga Eijkman bisa segera mungkin bisa meningkatkan kemampuan dalam pemeriksaan," kata Doni.
Sebelumnya, Indonesia hanya mendapatkan 500 ribu alat rapid test dari China.
Alat tersebut disebar ke seluruh wilayah di Indonesia.
Pemerintah Turki pun menawarkan rapid test atau alat tes cepat kepada pemerintah Indonesia untuk mendeteksi virus korona.
Lalu Muhammad Iqbal, Duta Besar Indonesia untuk Turki, mengatakan tawaran itu telah disampaikan pemerintah Turki melalui Kedutaan Besar Indonesia di Ankara.
“Saya sudah teruskan tawaran [dari Turki]. Karena otoritas terkait di Indonesia yang lebih tahu kebutuhan di lapangan,” ujar Iqbal saat dihubungi Anadolu Agency.
Iqbal mengatakan rapid test milik Turki telah melalui serangkaian uji langsung dari genes yang dibawa dari China dan membuat Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa tertarik untuk membelinya.
“Sudah banyak negara yang memakainya,” ujar Iqbal.
Berdasarkan informasi, alat pendeteksi virus korona atau Covid-19 milik Turki ini memiliki tingkat akurasi mencapai 96 hingga 100 persen.
Sejumlah negara yang telah menggunakan tes cepat dari Turki antara lain Italia, Polandia, Inggris, AS, Ukraina, Iran, Pakistan, Georgia, Qatar, dan negara-negara lainnya