Muhammad Abdullah Azzam
17 Juni 2019•Update: 18 Juni 2019
Esat Fırat
YERUSALEM
Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz mengumumkan bahwa negaranya akan berpartisipasi dalam konferensi ekonomi bertema Palestina di Manama, ibu kota Bahrain, atas dukungan Amerika Serikat (AS).
Katz mengungkapkan pada konferensi tahunan yang digelar oleh Jerusalem Post di AS, Israel akan mengikuti konferensi ekonomi bertajuk "Damai untuk Kesejahteraan" di Manama pada 25-26 Juni mendatang.
“Israel menghadapi ancaman dan tantangan besar dan pada saat bersamaan kami juga melihat banyak peluang,” ujar Katz.
"Kami terus berjuang melawan Iran, Hizbullah dan organisasi teroris lainnya di wilayah ini," lanjut dia.
Pada Kamis lalu Menteri Luar Negeri Yisrael Katz bertemu dengan Perwakilan Khusus untuk Negosiasi Internasional Jason Greenblatt di New York untuk membahas partisipasi Israel dalam pertemuan di Bahrain.
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan Mesir, Yordania, dan Maroko akan menghadiri konferensi perdamaian Timur Tengah akhir bulan ini.
Sementara itu, para pejabat Palestina menolak menghadiri konferensi tersebut karena tak setuju dengan serangkaian langkah yang diambil oleh Presiden Donald Trump, termasuk pengakuan sepihaknya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Palestina juga telah menolak rencana perdamaian, yang pada prinsipnya dirancang oleh menantu Trump, Jared Kushner, dan penasihat khusus Trump, Jason Greenblatt.
Palestina memandang rencana itu bertujuan merusak hak-hak mereka.
Bahrain membela pertemuan yang akan datang dan menyebutnya upaya untuk "memberdayakan" Palestina.