Erric Permana
26 Juni 2020•Update: 26 Juni 2020
JAKARTA
Presiden Indonesia Joko Widodo meminta ASEAN untuk tidak menjadi objek dalam politik global.
Hal ini disampaikan Jokowi -- sapaan Presiden Joko Widodo -- dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Jumat pagi tadi.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi menekankan pentingnya persatuan dan netralitas negara-negara anggota.
"ASEAN harus menjadi guardian agar kawasan kita tidak menjadi kawasan power projection negara besar," kata Retno Marsudi dalam konferensi virtual, pada Jumat.
Presiden juga menekankan di tengah pesimisme terhadap multilateralisme maka kerja sama kawasan menjadi penting.
"Untuk mengembalikan harapan terhadap multilateralisme yang efektif, efisien dan berkeadilan," tambah Retno.
Kerja sama ASEAN bisa menjadi penggerak stabiltas dan perdamaian kawasan di era kenormalan baru saat ini.
Sebelumnya, pemimpin negara ASEAN melakukan pertemuan secara virtual di KTT ASEAN, Jumat Pagi.
Seperti dikutip pada laman ASEAN, pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam keadaan darurat kesehatan serta rencana pemulihan ekonomi pasca pandemi.