Erric Permana
20 Januari 2021•Update: 20 Januari 2021
JAKARTA
Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memprioritaskan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat yang akan terbang.
Ini disampaikan Jokowi -- sapaan akrab Joko Widodo saat meninjau Posko Darurat Evakuasi Pesawat Sriwijaya AIR SJ 182 di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu.
Dia menegaskan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pesawat harus dilakukan demi keselamatan penumpang.
"Saya ingin agar di bidang transportasi keselamatan yang utama," kata Jokowi pada Rabu.
Dalam kunjungannya itu, Presiden Jokowi juga menyaksikan langsung penyerahan bantuan kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Bantuan diberikan oleh Jasa Raharja sebesar Rp50 juta dan asuransi dari Sriwijaya Air SJ 182 sebesar Rp1,25 miliar per penumpang.
"Terima kasih atas santunan ini dan segera diselesaikan kepada keseluruhan korban," kata dia.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh institusi yang melakukan upaya pencarian hingga saat ini.
Hingga hari ke-12 pencarian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tim SAR gabungan telah memperoleh 324 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban, 63 kantong serpihan kecil pesawat, 55 bagian potongan besar pesawat.
Jenazah korban yang telah teridentifikasi sebanyak 40 penumpang, 27 di antaranya diserahkan kepada pihak keluarga.
Bagian kotak hitam yakni Flight Data Recorder (FDR) telah berhasil ditemukan sementara Cockpit Voice Recorder (CVR) belum berhasil ditemukan.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu pukul 14.40 WIB, atau empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Pesawat tersebut membawa 62 orang yang terdiri dari 50 orang penumpang dan 12 kru.