Erric Permana
09 September 2017•Update: 11 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bakal bertemu dengan Kepala Polisi Myanmar di Singapura untuk membahas permasalahan krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine di Myanmar.
Tito berencana mengajukan pertemuan bilateral meeting di sela-sela pertemuan Polisi Anggota Negara ASEAN (ASEANAPOL Meeting) yang akan digelar pada 12–13 September mendatang .
“Saya nanti minta waktu untuk bilateral meeting dengan kepala polisi Myanmar mendiskusikan masalah ini,” ujar Tito usai menghadiri acara Golkar di Jakarta, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Polri juga akan berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi kelompok bersenjata.
Targetnya, kepolisian dari berbagai negara ASEAN dapat mencegah terlibatnya masyarakat sipil dalam konflik bersenjata, seperti yang dialami muslim Rohingya dengan kelompok bersenjata dan Pemerintah Myanmar.
“Sharing pengalaman kita dalam menghadapi kelompok dianggap bersenjata supaya masyrakat tidak menjadi korban,” imbuhnya.
Tito menilai langkah diplomasi antara kedua negara dan pengiriman bantuan kemanusiaan merupakan langkah efektif untuk membantu masyarakat Muslim Rohingya di Myanmar.
Karenanya, dia mendukung langkah pemerintah serta terus menjaga keamanan Kedutaan besar Myanmar di Indonesia.
“Nanti, pembicaraan diplomasi akan lebih efektif. Disamping itu juga ada 11 organisasi yang memberikan bantuan. Itu jauh lebih diperlukan oleh mereka (Rohingya) saat ini,” pungkasnya.
Kelompok bersenjata di Rakhine (Arakan Rohingya Salvation Army / ARSA) diketahui sebagai kelompok yang ingin membebaskan masyarakat muslim Rohingya. Pada 25 Agustus lalu kelompok tersebut menyerang pos polisi di Rakhine.
Akibat serangan tersebut militer Myanmar melakukan serangan balik dan menyebabkan masyarakat sipil menjadi korban.