Dandy Koswaraputra
14 November 2020•Update: 15 November 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu mitra strategis ASEAN di Kawasan lebih dari 4 dekade dalam mendorong kerja sama strategis.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, yang hadir secara virtual mewakili Presiden Republik Indonesia dalam KTT ke-8 ASEAN-AS mengharapkan bahwa persahabatan antara ASEAN-AS tetap terjalin kuat di waktu-waktu mendatang.
"Ke depan Indonesia tetap berharap agar Amerika Serikat menjadi mitra penting dan strategis di kawasan Indo-Pasifik,” kata Menteri Retno dalam keterangan pers pada Sabtu, di Istana Kepresidenan Bogor.
Kerja sama termasuk di antaranya dalam penerapan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, kata Retno.
Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi positive force untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan, tambah Retno.
Dalam empat tahun terakhir, di bidang ekonomi dan pembangunan, AS terus menjadi mitra perdagangan dan investasi terbesar kedua di ASEAN.
Volume perdagangan kedua pihak meningkat sebesar 39 persen dari USD211,8 miliar menjadi USD294,6 miliar.
"Investasi Amerika Serikat juga meningkat 110 persen di kawasan, dari US$11,65 miliar menjadi US$24,5 miliar," ungkap Retno.
Dalam sektor energi, ASEAN bersama Amerika Serikat juga telah menyusun rencana kerja sama jangka panjang 2021-2025.
Hal itu ditambah dengan kerja sama di sektor ekonomi digital melalui program peningkatan kapasitas sebanyak 4.000 UMKM yang telah dilakukan di kawasan ini, kata Retno.
Dalam 10 bulan terakhir, sepanjang pandemi Covid-19, kemitraan antara ASEAN dan Amerika Serikat di bidang kesehatan juga menguat.
Dalam KTT ke-8 ASEAN-Amerika Serikat tersebut, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Robert C. O'Brien, mewakili Presiden Donald Trump untuk Amerika Serikat.