Dandy Koswaraputra
14 November 2020•Update: 16 November 2020
JAKARTA
Presiden Joko Widodo mengangkat dua isu utama, ekonomi dan stabilitas dan keamanan kawasan, saat menghadiri KTT dua tahunan ke-2 ASEAN-Australia secara virtual, Sabtu.
Presiden menyampaikan besok akan ada penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di mana nantinya akan membutuhkan komitmen yang besar dari semua pihak.
"Saya yakin RCEP ini akan menjadi katalis pemulihan ekonomi di kawasan bahkan dunia," kata Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu.
Presiden Jokowi juga memandang ASEAN-Australia perlu memperkuat komitmen untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara ditambah Selandia Baru.
Kerja sama tersebut dilakukan melalui peningkatan kelancaran lalu-lintas barang, penguatan rantai pasokan global dengan memanfaatkan ASEAN sebagai basis produksi yang kompetitif, pengembangan kerja sama industri 4.0 dan ekonomi digital, serta peningkatan interaksi antara pelaku usaha ASEAN dan Australia.
Menurut Presiden, stabilitas dan keamanan kawasan adalah fondasi bagi upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
"Penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982, adalah kunci. Pesan ini perlu terus kita gemakan ke dunia," ungkap Presiden.
Presiden memandang bahwa implementasi program secara konkret dalam kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sangat krusial sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan.
"Saya yakin kemitraan ASEAN dan Australia dapat menjadi penyangga utama paradigma kerja sama dan kolaborasi bagi stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan," kata Presiden.