Erric Permana
29 Mei 2020•Update: 30 Mei 2020
JAKARTA
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengingatkan prajurit Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I untuk fokus menjalankan tugas operasi militer perang (OMP) di perairan Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Mantan Panglima Kogabwilhan I itu mengatakan Laut Natuna memiliki kerawanan tinggi dengan kehadiran kapal militer asing dengan berbagai kepentingan.
Hal itu juga berpotensi menimbulkan masalah pelanggaran wilayah oleh kapal militer asing, kata KSAL.
"Sehingga menjadi konsentrasi Kogabwilhan 1 untuk melaksanakan operasi penegakan kedaulatan dan hukum," kata Yudo, melalui pesan singkat kepada Anadolu Agency, pada Jumat.
Meski demikian, dia mengelak membenarkan dugaan bahwa tugas OMP di Laut Natuna yang ditujukan kepada Kogabwilhan I lantaran memanasnya kondisi di Laut China Selatan dengan hadirnya kapal militer berbendera Amerika Serikat dan China.
Sedangkan operasi militer selain perang (OMSP), KSAL meminta prajurti Kogabwilhan I untuk fokus dalam melakukan kegiatan bantuan kemanusiaan dalam penanganan Covid-19.
Kemarin, pada Kamis, kondisi Laut China Selatan memanas karena kehadiran kapal perang Amerika Serikat di dekat wilayah yang diklaim oleh China, berdasarkan informasi sejumlah media.
Presiden China Xi Jinping pun, pada hari yang sama, menyatakan kapal perang China siap berperang, meski tak menyebut Laut China Selatan.