Nicky Aulia Widadio
13 Maret 2019•Update: 14 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Puluhan keluarga di sekitar area penangkapan terduga teroris di Kelurahan Pancuran, Sibolga, Sumatra Utara mengungsi karena tempat kejadian perkara belum steril dari bom.
“Saat ini warga sekitar kami imbau tidak kembali ke rumah dulu sampai dinyatakan steril oleh Tim Gegana,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Menurut Dedi, ada sekitar 20 keluarga di sekitar tempat kejadian perkara yang mengungsi ke rumah kerabat mereka.
Selain itu, warga dilarang mendekat dalam radius 100 meter dari tempat kejadian.
Ledakan bom pertama yang terjadi pada Selasa menyebabkan satu orang polisi terluka, satu orang warga terluka.
Sementara itu, ledakan bom bunuh diri menyebabkan istri dari terduga teroris Abdul Hamzah dan satu orang anak mereka berusia 2 tahun tewas.
Ledakan tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah warga sekitar rusak.
“Dari pemerintah daerah juga akan membantu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terdampak dari ledakan bom itu,” lanjut dia.
Hingga Rabu sore, Dedi mengatakan tim belum berani masuk ke dalam rumah Abdul Hamzah.
Pasalnya, Abdul Hamzah mengaku menyimpan 40 bom rakitan dan puluhan kilogram bahan peledak di dalam rumahnya.
Meski berdaya rendah, jumlah bom yang banyak dikhawatirkan bisa berdampak cukup fatal.
Dedi menduga perakitan bom tersebut juga dibantu oleh orang lain dan Densus 88 masih mendalami keterlibatan pihak lain tersebut.
Abdul Hamzah mengaku bom tersebut akan digunakan untuk “amaliyah” menyerang aparat keamanan.
Terkait keputusan istrinya meledakkan diri, Abdul Hamzah mengatakan kepada polisi bahwa istrinya memiliki pemahaman yang lebih radikal dan lebih militan.
Istri Abdul Hamzah meledakkan diri setelah 10 jam upaya negosiasi agar menyerah.
Dedi mengatakan upaya negosiasi juga telah melibatkan pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.
Abdul Hamzah sendiri, kata Dedi, sempat mengimbau istrinya agar menyerahkan diri.
“Tapi AH yakin menyampaikan kepada petugas istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding AH sendiri,” ujar dia.
Polisi menangkap Abdul Hamzah pada Selasa, 12 Maret 2019 berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Lampung dan Pontianak pada akhir pekan lalu.
Kapolri Jenderal Tiro Karnavian mengatakan mereka merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan paham-paham Daesh.