Nani Afrida
27 Februari 2019•Update: 28 Februari 2019
JAKARTA
Di tengah laporan ketidakpuasan anggota Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Presiden Filipina Rodrigo Duterte bertemu dengan ketua MNLF Nur Misuari dan Malacañang pada Senin malam.
Pertemuan itu untuk meningkatkan upaya perdamaian di Mindanao setelah diterimanya Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) oleh masyarakat Filipina Selatan.
Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan pertemuan Presiden dengan Misuari berlangsung sekitar 15 menit dan tidak ada diskusi tentang dugaan kericuhan dalam MNLF mengenai distribusi yang tidak merata di Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA).
Apa yang mereka diskusikan adalah perlunya beralih ke bentuk pemerintahan federal, kata Panelo, sebagaimana dilangsir Philstar.
Menurut Panelo, keduanya akan bertemu lagi.
Dalam pertemuan itu Presiden Duterte meminta maaf karena tidak menerapkan atau menegakkan perjanjian apa pun yang telah mereka lakukan sebelumnya.
“Saya pikir sehubungan dengan federalisme, "kata Panelo pada wartawan.
Dalam pidatonya Senin lalu, Duterte menyebut beberapa "kericuhan" terjadi di dalam jajaran MNLF tentang komposisi BTA.
Sementara itu kandidat senator dan mantan asisten presiden Christopher Go mengungkapkan Misuari berusaha untuk berbicara dengan Presiden mengenai perjalanannya ke luar negeri untuk menghadiri KTT perdamaian di Abu Dhabi.
Misuari ragu-ragu untuk menghadiri KTT karena dia menghadapi dakwaan di hadapan Sandiganbayan atau pengadilan anti-korupsi.
Sandiganbayan kemarin mengizinkan Misuari ke Abu Dhabi dengan jaminan atas tuduhan korupsi dan penyelewengan dana publik yang dilakukan Misuari.
Pengadilan anti-korupsi memperhatikan peran Misuari untuk mencapai perdamaian di Mindanao sehingga memberinya izin.