Hayatı Nupus
15 Januari 2020•Update: 15 Januari 2020
JAKARTA
Aktivitas Gunung Taal melemah dalam 24 jam belakangan, namun tidak berarti gunung tersebut tak berbahaya, ujar Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) hari ini.
Direktur Phivolcs Renato Solidum mengatakan pelemahan itu normal dalam siklus gunung berapi namun bukan tak mungkin letusan eksplosif berbahaya akan terjadi dalam beberapa jam atau hari ke depan.
“Aktivitas seismic yang intens seperti itu mungkin menandakan intrusi magmatik terus menerus di bawah bangunan Taal, yang dapat menyebabkan aktivitas erupsi lebih lanjut,” ujar Solidum, kutip The Phillipina Star, Rabu.
Saat ini Taal berstatus level 4. Phivolcs ada 466 gempa vulkanik sejak gunung berapi tersebut erupsi pada Minggu sore.
Selain itu, 166 tremor dirasakan kuat dengan intensitas I hingga V.
Selain itu, emisi sulfur dioksida berada pada rata-rata 1.686 ton per hari pada Selasa.
Belerang dioksida adalah gas berbau menyengat yang dapat mengiritasi kulit dan jaringan, serta selaput lendir mata, hidung, dan tenggorokan.
Kondisi ini bersamaan dengan musim hujan timur laut yang akan menyebabkan langit berawan dengan hujan lokal di Batangas, kata biro cuaca Filipina PAGASA.
Dampaknya, visibilitas berkurang dan akan terjadi aliran lumpur selama hujan abu.