Pızaro Gozalı Idrus
28 Januari 2020•Update: 28 Januari 2020
JAKARTA
Otoritas Filipina menyampaikan korban terdampak erupsi Gunung Taal bertambah menjadi 104.645 keluarga atau sekitar 396.731 orang meski status telah menurun ke tingkat siaga 3, lansir Philippines News Agency.
Dalam update pada Selasa pagi, Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Filipina (NDRRMC) mengatakan para keluarga berasal dari provinsi Batangas, Cavite, Laguna, dan Quezon.
Sebanyak 39.076 keluarga kini mengungsi di 535 pusat evakuasi, sementara sisanya berlindung di rumah keluarga dan kerabat mereka.
Direktur eksekutif NDRRMC Ricardo Jalad mengatakan lembaganya kini fokus melakukan rehabilitasi karena keluarga yang berada dalam radius 7 km gunung berapi dibolehkan kembali ke rumah.
Dia mengatakan lembaga-lembaga bantuan kini sedang mengumpulkan data untuk melakukan bantuan pascabencana.
Otoritas Filipina juga tengah menyusun rencana aksi untuk melakukan pemulihan bagi korban terdampak.
Sebelumnya, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) pada Senin melarang warga berada pada radius sepanjang tujuh kilometer di sekitar Gunung Api Taal mengingat erupsi bisa kembali terjadi.
Badan tersebut mengatakan aktivitas di kawah utama Gunung Taal telah ditandai oleh emisi lemah hingga sedang dengan emisi sulfurdioksida rata-rata 87 ton per hari.
Phivolcs juga mencatat sebanyak 170 gempa vulkanik telah terjadi, empat di antaranya berfrekuensi rendah.
"Mengingatkan masyarakat bahwa ledakan phreatomagmatik, gempa vulkanik, serta abu dan gas vulkanik yang mematikan masih dapat terjadi dan mengancam daerah-daerah di sekitar Pulau Gunung Taal dan tepi danau terdekat," kata Phivolcs dalam pernyataannya.