Devina Halim
03 September 2021•Update: 04 September 2021
JAKARTA
Kelompok masyarakat sipil melaporkan total korban tewas selama kudeta militer di Myanmar kini berjumlah 1.043 orang.
Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengungkapkan korban tewas bertambah dua orang asal Negara Bagian Mon dan Negara Bagian Kachin.
Salah satu korban baru bernama Ei Thwe Moe yang sedang hamil lima bulan.
Ei Thwe Moe menjemput suaminya, Min Nay Lwin alias Puday yang sedang memancing, kemudian pasukan junta menembaki keduanya saat dalam perjalanan pulang di Kotapraja Paung, Negara Bagian Mon.
Ei Thwe Moe tewas di tempat, sementara suaminya tertembak di bagian telinga dan terluka parah.
Selain itu, AAPP melaporkan pasukan junta yang sedang menjaga Bank Myawaddy menembak Than Soe Aung di Kotapraja Myitkyina, Negara Bagian Kachin pada 31 Agustus.
“Ia tertembak di atas sepedanya saat hendak melepas jaring ikan,” ungkap AAPP dalam keterangannya, Kamis malam.
Korban Than Soe Aung kemudian tewas setibanya di rumah sakit.
Data AAPP menunjukkan 6.132 orang masih ditahan dan 260 orang dijatuhi hukuman secara langsung.
Menurut AAPP, pasukan junta menangkap Khin San Hlaing, anggota parlemen dari partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), di Kotapraja Bahan, Yangon, pada 31 Agustus.
Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.