Hayati Nupus
24 Agustus 2020•Update: 24 Agustus 2020
JAKARTA
Setidaknya 11 orang tewas, termasuk tentara, dan puluhan lainnya terluka dalam dua ledakan terpisah yang mengguncang pusat kota Jolo, Sulu, sebelah selatan Filipina, Senin.
“Saat ini pasukan kami tengah mengevakuasi dan memberikan perawatan bagi para korban sambil mengamankan daerah tersebut,” ujar juru bicara Pasukan Bersenjata Filipina (AFP) Mayor Jenderal Edgard Arevalo lewat akun twitter @TeamAFP, pada Senin.
Sementara detail kejadian, lanjut Edgard, masih diinvestigasi.
Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Brigjen Pol Jenderal Bernard Banac menambahkan bahwa ledakan pertama terjadi di sekitar Paradise Food, Jolo pada pukul 11.53, kutip the Philippine Star.
Sementara ledakan kedua terjadi pada pukul 1 siang waktu setempat.
“Penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui kemungkinan tersangka di balik kejadian ini,” ujar Banac.
Kepala Komando Mindanao Barat (Westmincom) Mayor Jenderal Corleto Vinluan Jr mengonfirmasi bahwa empat tentara tewas pada ledakan pertama, sementara 18 lainnya terluka.
Juru bicara Divisi Infanteri ke-11 Letnan Kolonel Ronaldo Mateo mengatakan setidaknya 20 warga sipil terluka akibat ledakan itu.
Ini adalah ledakan terbesar di Jolo sejak Januari 2019, ketika bom kembar mengguncang gereja sebelum kebaktian Minggu berlangsung.
Ledakan itu menewaskan lebih dari 20 orang dan mengakibatkan sekitar 100 orang terluka.