Hayati Nupus
04 Februari 2021•Update: 04 Februari 2021
JAKARTA
Presiden Rodrigo Duterte menyetujui akuisisi 15 helikopter Black Hawk untuk Angkatan Udara Filipina, ujar Sekretaris Kabinet Karlo Nograles.
“Ini adalah bagian dari rencana untuk secara perlahan mengatasi kekurangan heli-lift angkatan bersenjata kami dan menonaktifkan seluruh helikopter Huey,” imbuh Nograles, kutip the Philippine Star, pada Kamis.
Akuisisi ini seturut dengan rencana yang Duterte lontarkan ketika berkunjung ke kamp di Jolo, Sulu, 22 Januari lalu, untuk menonaktifkan seluruh helikopter Huey milik Angkatan Udara Filipina yang kerap mengalami kecelakaan fatal.
Pada pekan itu, helicopter Angkatan Udara Filipina Huey jatuh di pegunungan di Provinsi Bukidnon, menewaskan lima personel militer dan dua anggota milisi setempat.
Itu adalah kecelakaan keempat sejak Juli tahun lalu, imbuh Nograles.
Sikorsky Black Hawk adalah helikopter multiperan yang digunakan militer AS dan angkatan bersenjata dari 28 negara lainnya.
Helicopter ini dapat digunakan untuk serangan tempur, evakuasi medis, memadamkan kebakaran, operasi khusus, dan transportasi VIP.
Departemen Pertahanan Nasional mengajukan pengadaan 76 helikopter baru, namun Duterte memangkas jumlah itu menjadi 55.
Pandemi Covid-19 memaksa negara itu untuk memangkas kembali pengadaan helikopter menjadi 15 saja.