Hayati Nupus
02 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
JAKARTA
Filipina sedang mempertimbangkan pembelian kapal selam dan sejumlah peralatan militer lainnya yang ditawarkan Moskow.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan perjanjian pembelian alutsista itu dilakukan saat Duterte berkunjung ke Rusia selama lima hari.
“Mereka akan memberikan katalog produk untuk dipertimbangkan,” kata Lorenzana, seperti dikutip Philstar.
Meski begitu, Lorenzana tak menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) akan membeli 16 unit helikopter MI-17 medium-lift senilai USD14,7 juta dari Moskow.
Kepada Filipina, Rusia menawarkan kapal selam, helikopter angkut, helikopter serang, kapal perang dan tank.
Dari Rusia, AFP telah memiliki sejumlah truk militer dan ribuan senapan serbu AK-47 yang diberikan Moskow secara gratis pada 2017.
Umumnya pejabat Filipina menolak berkomentar soal pengadaan 16 helikopter MI-17, namun seorang pejabat pertahanan mengatakan itu merupakan proyek yang tengah dipertimbangkan oleh pemerintah.
Rusia telah menyatakan kesediaannya untuk membantu AFP dalam program modernisasi dan siap menandatangani perjanjian G to G.
“Katakan saja apa yang dibutuhkan, kami siap membantu. Jika Anda akan membeli peralatan militer, kami akan memberi Anda barang baru, bukan bekas,” kata pejabat senior Kedutaan Rusia di Manila pada bulan lalu.