Pizaro Gozali İdrus
09 November 2017•Update: 10 November 2017
Pizaro Gozali
JAKARTA
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke 31 akan digelar di Filipina pada 13-14 November 2017 di Manila. Indonesia akan membawa isu Rohingya untuk mendapatkan perhatian negara-negara ASEAN.
“Kita akan mendorong implementasi formula 4 plus 1 untuk mengatasi konflik Rohingya di Myanmar,” Direktur Kerja Sama Politik Keamanan ASEAN, Kemlu, M. Chandra W. Yudha di Jakarta, Kamis.
Empat formula tersebut adalah menjunjung perdamaian dan stabilitas di wilayah Rakhine, proteksi untuk semua warga negara tanpa memandang latar belakang suku dan agama, menahan diri secara maksimal dan tak menggunakan kekerasan, serta akses kepada sistem perlindungan kemanusiaan.
Sementara "plus 1" adalah implementasi dari rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan.
Menurut Chandra, persoalan Rohingya tidak bisa dilepaskan dalam KTT ASEAN karena isu utama dalam pertemuan ini adalah persoalan krisis internasional.
“Kapasitas kita sebagai negara ASEAN adalah saling membantu agar krisis di suatu negara bisa diselesaikan,” ujar dia.
Chandra mengatakan pemerintah Myanmar sudah berkomitmen menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Rohingya. Indonesia berharap Myanmar bisa merealisasikan komitmennya.
“Kita mendorong bantuan kemanusiaan bisa berlanjut,” kata dia.
Pertemuan dengan mitra
Di sela-sela KTT, Indonesia juga akan menggelar pertemuan dengan mitra wicara ASEAN di antaranya Republik Rakyat Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan PBB.
“Topik yang akan kita angkat adalah Laut China Selatan, Semenanjung Korea, terorisme, peredaran obat terlarang, dan Palestina,” tukas Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Benny YP Siahaan. Selain itu, Indonesia juga akan melakukan kerjasama di bidang pendidikan, pemuda, dan resiko bencana.
Pada KTT kali ini, ASEAN juga akan menunjuk sekjen baru menggantikan sekjen ASEAN Leo Lurong Minh yang sudah bertugas sejak tahun 2013.
“Sekjen ASEAN periode 2017-2022 akan berasal dari Brunei Darussalam,” kata Benny.