Muhammad Nazarudin Latief
16 September 2019•Update: 16 September 2019
JAKARTA
Kualitas udara Singapura diperkirakan akan "membaik secara bertahap" selama 24 jam ke depan jika kondisi angin yang bergerak ke arah tenggara berlanjut, demikian pernyataan Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency/ NEA), Minggu.
Meski kabut asap berangsur-angsur membaik, "kondisi yang agak kabur diperkirakan akan berlanjut," demikian pernyataan NEA, seperti diberitakan Channel News Asia.
Ini "karena angin yang bertiup bergeser ke arah tenggara," kata badan tersebut.
Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam pada Minggu pukul 9.00 tercatat antara 91 dan 100, meningkat dari status “Tidak Sehat” di pagi hari.
Angka PSI 50 dan di bawahnya menunjukkan kualitas udara "baik", "sedang" untuk 51-100 dan "tidak sehat" untuk 101-200.
"PSI 24-jam diperkirakan akan secara bertahap meningkat pada status menengah, jika kondisi angin yang berlaku terus berlanjut," kata NEA.
Konsentrasi PM2.5 satu jam diharapkan berkisar antara Normal dan Tinggi untuk 24 jam ke depan, tambah mereka.
Untuk beberapa hari ke depan, cuaca juga diperkirakan akan kering namun ada beberapa hujan yang singkat.
"Cuaca kering diperkirakan di Sumatra bagian tengah dan selatan, dan kabut asap di sana diperkirakan akan terus terjadi.
"Angin diperkirakan akan bertiup dari tenggara atau selatan, dan Singapura mungkin masih mengalami kondisi yang agak kabur," kata NEA.
Sebanyak 439 titik api terdeteksi di Sumatra pada Minggu, sebagian besar terjadi di kawasan tengah dan selatan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.
"Kabut asap sedang hingga pekat terus memancar dari titik-titik panas di provinsi-provinsi ini. Kabut asap dari Riau dan Jambi dibawa angin sehingga mempengaruhi Singapura dan bagian-bagian Semenanjung Malaysia," kata NEA.
Status “tidak sehat” ini baru pertama kali terjadi dalam tiga tahun terakhir.
NEA menyatakan masyarakat bisa melanjutkan kegiatan seperti biasa. Namun warga yang merasa tidak enak badan, terutama orang tua dan anak-anak, dan mereka yang menderita penyakit jantung atau paru kronis, harus mencari saran medis.