Pizaro Gozali İdrus
19 Maret 2019•Update: 19 Maret 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Mohamad Fuzi Harun telah memerintahkan semua kepala polisi di tiap daerah untuk "waspada" atas kemungkinan aksi balasan usai serangan teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, lansir Malaymail pada Selasa.
Lima puluh orang tewas dan 50 lainnya, termasuk tiga warga Malaysia, terluka dalam insiden penembakan itu.
Hingga kini, satu remaja Malaysia masih hilang.
“Segera setelah penembakan itu, saya menginstruksikan semua kepala polisi untuk memberi tahu petugas darat mereka agar waspada dan memantau gereja dan kuil di sini, takut akan pembalasan,” kata Fauzi kepada wartawan.
Namun, Fauzi meminta masyarakat tetap tenang.
Dia memastikan kepolisian selalu waspada atas tindakan teror.
Keluarga Mohd Haziq Mohd Tarmizi, 17, yang hilang setelah penembakan masih berkoordinasi dengan polisi untuk mencari keberadaannya.
Dua warga Malaysia lainnya, Mohd Tarmizi Shuib, 46, dari Kedah dan Mohd Nazril Hisham Omar, 46, dari Kelantan, masih dirawat di rumah sakit.
Mohd Haziq adalah putra Mohd Tarmizi.
Korban lain, Rahimi Ahmad, 39, dari Penang menjalani operasi ketiga untuk menghilangkan pecahan peluru dari tubuhnya.
Teroris, yang telah diidentifikasi sebagai warga Australia bernama Brenton Tarrant, telah menyiarkan langsung saksi pembunuhannya lewat internet.