Hayati Nupus
28 Oktober 2019•Update: 29 Oktober 2019
JAKARTA
Myanmar akan meminta bantuan Thailand untuk menangkap seorang eksekutif perusahaan pertambangan emas yang melarikan diri
dari surat perintah penangkapan kasus ekstraksi emas.
Juru bicara Kantor Presiden Myanmar U Zaw Htay mengatakan akhir pekan lalu polisi setempat berangkat ke Thailand untuk menangkap Ketua National Prosperity Gold Production Group Ltd. U Soe Tun Shein.
“Kami akan bekerja sama dengan polisi Thailand,” ujar U Zaw Htay, seperti dikutip Myanmar Times.
U Zaw Htay mengatakan polisi menerbitkan surat perintah penangkapan itu karena dugaan penambangan ilegal di wilayah konsesi National Prosperity Gold Production Group di Yamethin, Mandalay.
November 2017 lalu, lanjut U Zaw Htay, pemerintah menangguhkan konsesi perusahaan penambang emas itu karena mengemplang pajak.
Meski telah ditangguhkan, imbuh U Zaw Htay, perusahaan tetap melanjutkan operasi penambangan.
U Zaw Htay mengatakan tersangka diduga melanggar KUHP, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara, denda K50.000 atau USD32 dan larangan dari aktivitas pertambangan secara permanen.
Saat ini, lanjut U Zaw Htay, polisi juga tengah menyelidiki bagaimana buron itu bisa memasuki Thailand.
Dugaan sementara, imbuh U Zaw Htay, dia masuk ke Thailand lewat Kota Tachileik, Negara Bagian Shan.
Sementara itu Myanmar tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Thailand.