JAKARTA
Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen memutuskan untuk melakukan lockdown atau karantina pada ibu kota Phnom Penh dan kota tetangganya Ta Khmau mulai Kamis hingga 28 April dalam upaya membendung penyebaran Covid-19.
Ta Khmau adalah sebuah kota di provinsi Kandal, sekitar 10 kilometer di selatan Phnom Penh.
“Penguncian akan berlaku mulai 00:01 pada 15 hingga 28 April,” kata Hun Sen dalam pidatonya pada Rabu tengah malam.
Hun Sen mengatakan selama lockdown, semua warga dilarang meninggalkan rumah jika tidak diperlukan, kecuali mereka yang bepergian untuk bekerja atau berbisnis dan memiliki surat resmi dari perusahaan atau otoritas setempat.
“Orang masih bisa keluar untuk membeli makanan atau kebutuhan lain, tetapi hanya dua orang dalam satu rumah yang diperbolehkan dengan tidak lebih dari tiga kali seminggu,” ucap Hun Sen.
Hun Sen juga menambahkan warga juga dapat meninggalkan rumah karena alasan kesehatan atau situasi darurat, tetapi harus mengikuti langkah-langkah protokol kesehatan, terutama memakai masker wajah dan menjaga jarak.
"Lockdown bertujuan untuk memastikan efektivitas dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Phnom Penh dan kota Ta Khmau, serta mencegah penyebaran penyakit ke daerah lain," kata Hun Sen.
Kamboja pada Rabu mencatat 178 kasus baru, sebagian besar di Phnom Penh, sehingga jumlah total infeksi di negara itu sejauh menjadi 4.874 dengan 36 kematian, kata Kementerian Kesehatan.
Kementerian Kesehatan mengatakan saat ini ada 2.544 kasus aktif Covid-19 di negaranya.
Kamboja memulai vaksinasi Covid-19 pada 10 Februari.
Hingga Selasa, sekitar 1,17 juta dari 16 juta penduduk negara itu telah divaksinasi.
news_share_descriptionsubscription_contact
