Hayati Nupus
11 Desember 2020•Update: 14 Desember 2020
JAKARTA
Riset bersama militer Filipina-AS menyimpulkan ada mutasi D614G dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Filipina.
Mutasi tersebut tampak pada sebagian besar spesimen yang dikumpulkan dari pasien militer dan sipil sepanjang Juni-Juli lalu.
“Strain dengan mutasi khusus ini mungkin menggantikan strain SARS-CoV-2 asli yang beredar sebelum Juni 2020,” ujar studi tersebut, kutip the Philippine Star, pada Jumat.
Mutasi itu terkait dengan titer virus pseudo SARS-CoV-2 dan tingkat RNA yang lebih tinggi, sekaligus peningkatan replikasi virus di saluran napas bagian atas.
Seturut dengan temuan Pusat Genom Filipina (PGC) soal mutasi baru SARS-CoV-2 yang mereka sebut G614.
Mereka meyakini G614 lebih menular ketimbang genotipe D614 asli yang pertama kali muncul di Wuhan, China, akhir tahun lalu.
Sementara D614 pertama kali dideteksi di Filipina pada Maret, ketika Covid-19 dinyatakan resmi masuk ke negara itu.
Meski pula PGC tidak menemukan bukti apapun terkait dampak mutasi terhadap tingkat keparahan penyakit.
Hingga hari ini, Filipina mencatat 447.039 kasus Covid-19, dengan 409.329 pasien pulih dan 8.709 meninggal.