Marıa Elısa Hospıta
27 Januari 2020•Update: 27 Januari 2020
Handan Kazanci
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertolak ke Aljazair pada Minggu.
Aljazair adalah negara pertama yang akan dikunjunginya selama kunjungan Afrika.
"Kami bertekad meningkatkan kerja sama kami dengan negara-negara Afrika," ujar Erdogan jelang keberangkatannya.
Presiden diperkirakan akan menggelar konferensi pers gabungan dengan rekan sejawatnya dari Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, usai pertemuan keduanya di Aljir.
Dia juga akan menghadiri Forum Bisnis Turki-Aljazair.
"Lewat pernyataan gabungan yang akan diteken kedua presiden selama pertemuan itu, Dewan Kerja Sama Tingkat Tinggi Turki-Aljazair akan dibentuk," kata Kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.
"Kami juga membahas perkembangan terkini di kawasan, terutama tentang Libya," jelas Erdogan.
Pada 12 Januari, pihak-pihak yang bertikai di Libya merespons desakan pemimpin Turki dan Rusia.
Pekan lalu, Khalifa Haftar, komandan yang berkuasa di Libya Timur, menyepakati syarat untuk menunjuk anggotanya di komisi militer yang diusulkan PBB, di mana lima anggota dari masing-masing pihak bertugas memantau pelaksanaan gencatan senjata.
- Kunjungan bersejarah ke Gambia
Kunjungan Erdogan ke Gambia adalah kunjungan resmi pertama presiden Turki ke negara ini.
Erdogan telah mengunjungi 27 negara Afrika selama masa jabatannya sebagai perdana menteri maupun sebagai presiden. Dengan kunjungan ke Gambia, maka jumlah kunjungannya akan bertambah menjadi 28.
Senegal akan menjadi perhentian terakhir presiden Turki selama kunjungan ini.
"Berbagai perjanjian yang bertujuan mempererat hubungan bilateral dengan negara-negara ini kemungkinan akan ditandatangani selama kunjungan. Forum bisnis juga akan digelar di Alljazair dan Senegal," tambah pernyataan itu.
Selama kunjungan ini, Erdogan didampingi oleh Ibu Negara Emine Erdogan dan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, Menteri Teknologi dan Industri Mustafa Varank, Menteri Energi Fatih Donmez, kepala Badan Intelijen Turki Hakan Fidan, Direktur Komunikasi Fahrettin Altun, dan juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin.
Hubungan Turki-Afrika semakin erat sejak Turki mendeklarasikan Afrika sebagai mitra strategis pada Januari 2008.